![]() |
| Almarhum Mustamin |
SAKRA LOMBOK TIMUR – Nahas menimpa Mustamin, 31 tahun, warga Dusun Dewe Some Desa/Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) gelap alias ilegal yang bekerja di negeri jiran Malaysia, ini bukannya pulang membawa lembaran Ringgit. Tapi malah pulang dengan membawa nama saja.
Mustamin dikabarkan tewas setelah jatuh terperosok di kebun kelapa sawit tempatnya bekerja di Malaysia.
Kronolginya ,
Pada Hari rabu Mustamin pergi untuk mengambil gajinya dan juga gaji teman-temannya , di dalam perjalanan pulang setelah mengambil gaji Mustamin bertemu dengan rombongan Polisi Negeri Selangor maslaysia yang sedang mengadakan oprasi razia TKI ilegal, dan saat Mustamin di tanya polisi dia langsung naik motor dan mengebut tanpa menjawab , dan polisi malaysiapun mengejar Mustamin , dalam kejaran polisi Mustamin tak melihat belokkan yang di depannya ada jurang dan pada akhirnya Mustamin terperosok dan jatuh ke jurang dan kemudian meninggal .
Teman-temannyapun bingung karna sudah tengah malam pada malam rabu (11/07) Mustamin belum juga pulang .
3 hari selepas meninggalnya Mustamin teman-temannya dan keluarga Mustamin yang ada di rantauan menemukan Jenazah Mustamin setelah 3 hari pencarian, Jenazah Mustamin sudah dalam keadaan membengkak dan membusuk .
Jenazah Mustamin sudah tidak bisa di kenali dan salah seorang temannya mengenali Almarhum dari baju yang di pakai sehingga teman-temannya yakin itu adalah Jenazah Mustamin , dan mereka langsung melakukan evakuasi ke pusat kesehatan terdekat.
Teman-teman dan keluarganya yang disanapun mengurus Jenazah Mustamin dan mengurus proses pemulangannya .
Jenazah Mustamin akan tiba di Rumahnya pada hari ini yaitu Senin (16/07) sekitar pukul 16:00 wita dengan biaya RM.7000 atau berkisar sekitar Rp.20 juta lebih.
Kasi IPK Dinas Tenaga Kerja Indonesia Lombok Timur, Lalu Sadli Bahtiar yang dikonfirmasi mengaku sudah mendengar informasi kematian Mustamin. Pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan Kementrian Luar Negeri dan Konsulat KBRI di Malaysia. “Yang jelas kita akan segera bantu korban. Hanya saat ini kita memerlukan datanya dulu,” singkatnya.
By.Jurnalis Themandalika.com ( Sulhan ).
