| Natalius Pigai |
Themandalika.com – Pernyataan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang seakan ‘berjualan’ Joko Widodo di hadapan para kepala desa saat berbicara mengenai dana desa, menuai kritik dari berbagai kalangan.
Salah satunya dari Aktivis Kemanusiaan, @nataliuspigai yang menilai Tjahjo Kumolo sebagai Mendagri, tidak etis dan sopan. “Mendagri tidak etis dan sopan,” kata Pigai , Kamis (26/7/18). Pigai pun mengajak masyarakat di seluruh Tanah Air untuk tidak memilih Jokowi kembali pada Pilpres 2019. Alasannya, karena Jokowi gagal turunkan angka kemiskinan.
Menurutnya, selama empat tahun Jokowi memimpin Indonesia, anggaran negara yang telah dihabiskan sebesar Rp 7.000 triliun. Namun hanya mampu turunkan 1 persen jumlah orang miskin di Indonesia. “Ini paling kecil sepanjang sejarah Indonesia dan terkecil diantar enam Presiden RI. Jokowi kejam kepada orang miskin tapi sementara harta kekayaan orang kaya bertambah signifikan. Saya minta orang desa dan orang miskin jangan pilih Jokowi,” kata Pigai yang juga mantan pimpinan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Sebelumnya, dalam acara peningkatan kapasitas pemerintahan desa yang dihadiri ribuan kades di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Rabu (25/7/18), Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan jika dana desa adalah program dari pemerintah era Presiden Jokowi. “Saya ingatkan, bantuan (dana) desa itu inisiatif dan bantuan dari Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Tjahjo dalam sambutannya dan disambut tepuk tangan para kades yang hadir.
Tjahjo mengatakan, selama ini banyak pihak yang mengklaim dana desa bukanlah program Jokowi. Padahal, kata Tjahjo, Jokowi sengaja menganggarkan dana desa untuk mempercepat pemerataan pembangunan. “Ini penting bapak presiden, karena banyak orang yang mengaku-ngaku (program dana desa) dari saya, dari si A, dari si B,” ujarnya.
Menurutnya, selain untuk pembangunan, dana desa digelontorkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di desa-desa. Harapannya perekonomian seluruh desa di tanah air terangkat. “Termasuk juga kalau masyarakat dan desanya sejahtera, maju, tentunya kepala desa dan perangkat desa juga menikmati kesejahteraan ini,” tuturnya.
Sumber : telusur.co.id