Dermaga apung di Gili Trawangan (Foto: Regina Tiatira).
Lombok Utara – Sebagai pusat pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU), pemerintah terus mengupayakan penataan dikawasan Gili Trawangan. Sebuah dermaga bernilai puluhan miliar dari Kementerian Perhubungan dan Kelautan bakal dibangun di pulau tersohor dunia ini. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan KLU Agus Tisno, Rabu (30/8). “Usulan ke Kementerian sudah dari tahun 2015 yang lalu, kemungkinan akan terealisasi sebentar lagi,” ujarnya. Menurut informasi yang didapatnya, saat ini usulan tersebut tengah dalam pembahasan APBNP 2017 di DPR RI. Jika disetujui, maka pembangunan dermaga yang ditaksir mencapai Rp 80 miliar ini akan terealisasi setidaknya pada tahun 2018 mendatang. “Sekarang masih dibahas di DPR, hasil konsultasi kemarin ke Kementerian progresnya begitu. Semoga saja disetujui,” harapnya. Pembangunan dermaga di Gili Trawangan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sarana infrastruktur di pulau itu. Selain itu guna menunjang program satu pintu yang selama ini terus diupayakan oleh Pemda Lombok Utara. “Kalau di sana nanti sudah berdiri dermaga yang besar dan bagus, baru kita mulai melakukan penarikan sampai rencana satu pintu itu bisa direalisasi,” terangnya. Namun demikian, selama menunggu proses pembahasan itu pihaknya tidak tinggal diam. Dermaga apung atau jetty yang berada di Trawangan sekarang akan dibenahi dengan dipasang kayu supaya tidak mudah tercecer jika diterjang badai. “Itu di pinggir-pinggir kayunya sudah keropos kan makanya diperbaiki. Kemarin Bupati yang minta, dan anggaran sudah disiapkan sekitar Rp 5 juta,” jelasnya. Menyoal Gili Meno yang selama ini belum memiliki sarana bersandarnya kapal, tahun 2018 dipastikan dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Nominalnya diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. “Meno tahun depan kita ajukan kemarin Rp 10 miliar. Yang tahun ini di Gili Air sumbernya juga dari DAK. Pelan-pelan yang penting jalan, kalau semua pakai APBD tidak mungkin, bisa gempor kita,” pungkas Agus.(iko).
sumber : kicknews.today
Lombok Utara – Sebagai pusat pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU), pemerintah terus mengupayakan penataan dikawasan Gili Trawangan. Sebuah dermaga bernilai puluhan miliar dari Kementerian Perhubungan dan Kelautan bakal dibangun di pulau tersohor dunia ini. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan KLU Agus Tisno, Rabu (30/8). “Usulan ke Kementerian sudah dari tahun 2015 yang lalu, kemungkinan akan terealisasi sebentar lagi,” ujarnya. Menurut informasi yang didapatnya, saat ini usulan tersebut tengah dalam pembahasan APBNP 2017 di DPR RI. Jika disetujui, maka pembangunan dermaga yang ditaksir mencapai Rp 80 miliar ini akan terealisasi setidaknya pada tahun 2018 mendatang. “Sekarang masih dibahas di DPR, hasil konsultasi kemarin ke Kementerian progresnya begitu. Semoga saja disetujui,” harapnya. Pembangunan dermaga di Gili Trawangan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sarana infrastruktur di pulau itu. Selain itu guna menunjang program satu pintu yang selama ini terus diupayakan oleh Pemda Lombok Utara. “Kalau di sana nanti sudah berdiri dermaga yang besar dan bagus, baru kita mulai melakukan penarikan sampai rencana satu pintu itu bisa direalisasi,” terangnya. Namun demikian, selama menunggu proses pembahasan itu pihaknya tidak tinggal diam. Dermaga apung atau jetty yang berada di Trawangan sekarang akan dibenahi dengan dipasang kayu supaya tidak mudah tercecer jika diterjang badai. “Itu di pinggir-pinggir kayunya sudah keropos kan makanya diperbaiki. Kemarin Bupati yang minta, dan anggaran sudah disiapkan sekitar Rp 5 juta,” jelasnya. Menyoal Gili Meno yang selama ini belum memiliki sarana bersandarnya kapal, tahun 2018 dipastikan dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Nominalnya diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. “Meno tahun depan kita ajukan kemarin Rp 10 miliar. Yang tahun ini di Gili Air sumbernya juga dari DAK. Pelan-pelan yang penting jalan, kalau semua pakai APBD tidak mungkin, bisa gempor kita,” pungkas Agus.(iko).
sumber : kicknews.today
