Lombok Timur – Di bulan puasa ini aksi kriminalitas masih terus terjadi. Seorang warga di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) dibunuh puluhan perampok bersenjata. Kejadian sadis ini terjadi sekitar pukul 01.30 Wita dini hari tadi, Selasa (30/5).
Perampok yang berjumlah sekitar 25 orang mendatangi pos ronda di depan rumah korban. Tiga warga yang sedang berjaga dilempari batu oleh kawanan perampok tersebut. Warga kemudian melarikan diri.
Para perampok kemudian masuk ke rumah korban yang diketahui bernama Amaq Jon (40). Perampok langsung mengobrak-abrik isi rumah dan menghancurkan semua perabotan di dalam.
Amaq Jon yang melihat kejadian tersebut tidak luput dari aksi brutal para perampok. Dia ditebas dengan parang pada bagian perutnya, mengakibatkan usus perutnya keluar. Dia tewas seketika itu juga.
Tidak puas membunuh Amaq Jon, kawanan perampok menganiaya istri korban. Dia memukul istri korban menggunakan tabung gas 3 kg. Bahkan pembunuhan dan penganiayaan sadis tersebut dilakukan di depan dua buah hati korban yang masih kecil.
Saat perampok pergi, warga berdatangan ke rumah korban. Keduannya dibawa ke puskesmas terdekat. Sementara jenazah Amaq Jon dibawa ke RSUD Selong untuk dilakukan otopsi.
Kasubag Humas Polres Lotim, AKP I Made Tista yang dihubungi mengatakan kasus tersebut telah ditangani Polsek Jerowaru, hingga kini polisi masih memburu kawanan perampok kejam tersebut.
“Iya, kasus tersebut sudah didalami Polsek Jerowaru, dan saat ini anggota Polsek dengan dibantu anggota Koramil tengah melakukan pengejaran pada para pelaku,” ujarnya.
Korban diperkirakan mengalami kerugian materil sebesar Rp 130 juta. Sementara polisi juga masih mengembangkan motif lain dari kasus tersebut.
Anak korban yang melihat langsung kejadian tersebut, saat ini mengalami trauma hebat. Dia tidak menyangka ayahnya dibunuh di depan matanya dan dilakukan di bulan puasa. (zr)
Mata Lombok.
